50 Warga Dilingkar LIA Diberikan Pelatihan Eceng Gondok
NURANIRAKYATNEWS - Penanganan tanaman eceng gondok yang berada di Bendungan Batujai yang berdekatan dengan Bandara Lombok Internasional Aiport (LIA) Praya Lombok Tengah (Loteng) mulai ada solusi. Selasa (20/3), puluhan warga yang berada di wilayah lingkar Bandara LIA diberikan pelatihan kerajinan anyaman eceng gondok. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari itu diselenggarakan oleh PT Angkasa Pura I Lombok Internasional Airport.
"Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan keterampilan pemanfaatan eceng gondok kepada masyarakat sebagai produk ekonomi kreatif," ujar PTS, General Manajer PT Angkasa Pura I LIA Praya Lombok Tengah, I Made Kantra saat membuka acara di aula Kantor Angkasa Pura I Praya.
Dijelaskan, tercetusnya ide pelatihan kerajinan anyaman eceng gondok ini karena pontesi tanaman eceng gondok yang dinilai jadi pengganggu perairan khusus di Bendungan Batujai ini cukup banyak. Selain itu juga, keberadaan tanaman eceng gondok di Bendungan Batujai ini sering menjadi persoalan. Karena setiap tahun pemerintah tetap melakukan pembersihan, namun jumlah tanaman eceng gondok ini terus bertambah.
"Anggaran untuk penanganan eceng gondok itu cukup besar. Namun, eceng gondok itu tidak pernah habis dibersihkan," ungkapnya
Oleh sebab itu, dengan adanya kegiatan pelatihan yang diberikan oleh Komunitas kerajinan eceng gondok ambarawa Kabupaten Semarang (Klinting) itu, pihaknya berharap potensi eceng potensi eceng gondok di Lombok Tengah ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, dan bisa menghasilkan kerajinan yang bernilai tinggi.
"Kerajinan ini bisa memberikan dampak peningkatan ekonomi masyarakat, dan membantu pemerintah dalam menanggulangi masalah lingkungan," ucapnya
Menurut, I Made kegiatan pelatihan kerajinan eceng gondok ini bisa membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian bandara terhadap masyarakat.
"Kerajinan anyaman eceng gondok ini bisa membuka wawasan dan kreatifitas masyarakat khusus di Lombok Tengah," tutupnya. (Nr03)
Posting Komentar